LIPRA Desak Polisi Usut Tuntas Kematian AN di Sel Polsek Kajang, Saksi Sebut Korban Diduga Dianiaya

Avatar photo

Redaksi

Oplus_16908288

BULUKUMBA, SEPUTARSULAWESI.ID_ Kematian AN, terduga pelaku pencurian telepon genggam (HP) yang dilaporkan meninggal dunia di dalam sel Polsek Kajang, Kabupaten Bulukumba, terus menuai sorotan.Jumat 16 Oktober 2026

Aktivis Lembaga Investigasi Perlindungan Rakyat (LIPRA), Jusman, mendesak pihak kepolisian agar mengusut tuntas peristiwa tersebut secara transparan dan menyeluruh.

Sorotan tersebut menguat setelah muncul kesaksian dari Reza, yang disebut sebagai bos AN. Reza mengaku menyaksikan secara langsung dugaan penganiayaan terhadap AN saat berada di dalam sel tahanan Polsek Kajang.

Kesaksian tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan resmi oleh penyidik guna memastikan kebenaran informasi, termasuk mengungkap kronologi kejadian dan pihak-pihak yang diduga terlibat.

Jusman menegaskan, kematian seseorang ketika berada dalam penguasaan aparat penegak hukum harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, proses penyelidikan perlu dilakukan secara profesional, objektif, dan terbuka agar penyebab kematian AN dapat diketahui secara jelas.

“Kasus ini harus diusut sampai tuntas. Setiap keterangan saksi harus diperiksa secara serius dan seluruh fakta di lapangan perlu diungkap agar tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat,” tegas Jusman.

Saat ini, pihak terkait masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian AN. Hasil pemeriksaan medis tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dasar penting dalam mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.

LIPRA meminta kepolisian tidak mengabaikan keterangan saksi serta memastikan seluruh proses penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Jusman juga berharap, apabila ditemukan bukti adanya tindak pidana atau pelanggaran prosedur, pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum.

Hingga hasil autopsi dan pemeriksaan saksi diperoleh, penyebab pasti kematian AN serta kebenaran dugaan penganiayaan tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan yang menyeluruh.

Penulis : Andika

Popular Post

Nasional

Aktivis Pertanyakan Pamsimas Tambung Sisi Desa Caramming Diduga Mangkrak, Dibangun 2022 Warga Belum Nikmati Hasilnya

BULUKUMBA, SEPUTARSULAWESI.ID— Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tambung Sisi di Desa Caramming, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, ...

Ragam

Warga Gerebek Dugaan Pasangan Selingkuh di Tabolloang, Polsek Bontobahari Gerak Cepat Amankan Situasi

BULUKUMBA, SEPUTARSULAWESI.ID— Warga di wilayah Tabolloang, Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, digegerkan dengan dugaan adanya pasangan yang tengah berduaan ...

Nasional

Peringati HUT TNI ke-81, Koramil 1411-05 Bersama Polsek dan Pemerintah Kecamatan Gelar Kerja Bakti di PPI Bontobahari

BULUKUMBA, SEPUTARSULAWESI.ID— Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81, Koramil 1411-05 Bontobahari bersama Polsek Bontobahari, ...

Ekonomi

Aktivis Minta Dinas Perdagangan Bulukumba Cek Takaran BBM di SPBU Bampang Bontobahari

BULUKUMBA, SEPUTARSULAWESI.ID— Aktivis sekaligus pegiat sosial ,Arman meminta Dinas Perdagangan Kabupaten Bulukumba turun langsung melakukan pengecekan terhadap takaran atau literan ...

Ragam

Sejumlah THM di Kawasan Wisata Bira Diduga Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Kinerja Satpol PP Dipertanyakan

BULUKUMBA, SEPUTARSULAWESI.ID— Sejumlah tempat hiburan malam (THM) di kawasan wisata Bira, Kabupaten Bulukumba, diduga mempekerjakan anak di bawah umur. Dugaan ...

Nasional

Malam Minggu, Tim Patmor Polres Bulukumba Gelar Patroli Dialogis Cegah Kejahatan Jalanan

BULUKUMBA, SEPUTARSULAWESI.ID— Mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada malam Minggu, Tim Patroli Perintis Presisi Satuan Samapta Polres ...